Ini Imbauan Pemerintah NTT agar Waspada Tiga Klaster Korona

  • Whatsapp
Bagikan

KUPANG, JUBIR.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengimbau kepada masyarakat di daerah itu agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Hal ini dilakukan untuk menghindari penyebaran virus korona atau Coronavirus Disease (Covid-19).

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Jelamu, kepada wartawan di Kupang, Senin (28/9/2020)

“Ada tiga hal yang harus kita waspadai, yaitu klaster keluarga, kantor dan klaster pilkada (pemilihan kepala daerah). Klaster keluarga harus dijadikan perhatian, karena ketika salah seorang anggota keluarga keluar rumah dan masuk ke kerumunan atau masuk di ruang publik bisa saja tertular virus. Dan kita harapkan anggota-anggota keluarga itu bapak/mama harus benar mengatur anak-anaknya dalam rumah, kapan dia keluar rumah dan wajib selalu memakai masker. Dan sebelum masuk rumah dia harus menjaga diri jangan sampai kalau tertular virus ditularkan kepada anggota keluarga yang lain,” kata Marius Jelamu.

Kemudian terkait dengan pilkada, Marius mengatakan, sudah ada Peraturan KPU juga terkait dengan pola kampanye dan sebagainya. “Dan Kita memang meminta kepada para calon bupati, calon wakil bupati, para simpatisan, pendukung, tim sukses untuk benar-benar mengutamakan protokol-protokol kesehatan dalam setiap kegiatan,” ujarnya.

Baca Juga:  Tekan Penyebaran Korona, Begini Jadwal Kerja ASN Kota Kupang

Karena itu, lanjut Marius, diharapkan eforia politik yang saat ini sedang kencang oleh karena simpatisan, para pendukung dan sebagainya, supaya tetap memperhatikan protokol-protokol kesehatan. Dan ikuti Peraturan KPU.

“Saya kira sudah ada PKPU yang mengatur bagaimana pola kampanye dan sebagainya. Dan masyarakat kita imbau untuk mengikuti arahan-arahan dari gugus tugas kabupaten/kota di seluruh NTT,” ujar Marius.

Ia juga mengimbau TNI/Polri untuk membantu gugus tugas disetiap kabupaten/kota untuk melakukan patroli di ruang-ruang publik, memastikan warganya mengikuti protokol kesehatan.

“Apresiasi kami kepada wali kota Kupang, kita melihat setiap malam ada mobil penerangan yang memberikan pengumuman, baik sekali. Dan juga patroli-patroli yang dilakukan oleh kepolisian dibantu Satpol PP. Ini contoh baik untuk kabupaten-kabupaten kita di seluruh NTT,” kata Marius.

Khusus untuk klaster kantor, kata Marius, ada pengalaman di Jakarta sudah ada klaster kantor. “Ini yang kita waspadai di seluruh NTT, supaya setiap kantor pemerintah, kantor swasta, perbankan, hotel, restaurant harus menjadi contoh bagaimana mengikuti protokol-protokol kesehatan. Di pintu masuk harus siapkan cairan disenfektan atau air cuci tangan dengan sabun, alat pengukur suhu,” kata dia menambahkan.

Baca Juga:  Sambut HUT PMI, Aston Kupang Hotel Gelar Donor Darah

“Jangan ragu-ragu untuk tidak membiarkan seseorang yang tidak pakai masker masuk kantor. Anda bisa menolaknya, dan menyuruhnya pulang, supaya kita betul mewaspadai penyebaran virus korona,” ungkap Marius. (han)

Pos terkait