Keluarga Besar Maumere Kupang Gelar Baksos di Pantai Liman

  • Whatsapp
Bagikan

KUPANG, JUBIR.id – Kerukuan Keluarga Besar Maumere (KKBM) Kupang menggelar Bakti Sosial

(Baksos) di pantai Liman, Desa Ui Tiu Tuan, Kecamatan Semau Selatan, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Minggu, (27/9/2020).

Bakti sosial ini dilaksanakan dalam rangka merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-34 KKBM Kupang yang jatuh pada 28 September 2020.

Kegiatan bakti sosial itu dikemas dalam aksi pungut sampah, membagikan sumbangan buku untuk umum dan buku-buku panduan pariwisata untuk
pengelola wisata pantai Liman, serta pagelaran atraksi hiburan bela diri Tarung Derajat untuk warga setempat.

Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 75 orang warga KKBM Kupang dalam kolaborasi dengan pegiat Gerakan Peduli Sampah (GPS) NTT dan Komunitas Tarung Derajat Kota Kupang.

Tim berangkat dari Kota Kupang menggunakan dua unit Bus DAMRI dan dua unit mobil pribadi selanjutnya menyeberang menggunakan angkutan Fery dari Bolok menuju Semua, Minggu (27/9) pagi.

Tiba di Pantai Liman, rombongan diterima oleh tokoh masyarakat dan pengelola Pantai Liman, Martinus Toesbele.

Setelah bersitirahat sejenak, acara langsung dimulai dengan seremonial penyambutan secara sederhana yang dipandu oleh Pengurus GPS NTT, Stefanus
Surat, S.T, M.T., kemudian sekilas informasi kegiatan HUT KKBM oleh Ketua Panitia Dr. Fransiskus Sales, M.Pd., dan sepatah kata dari Sekjen KKBM Kupang, Fidelis N. Nogor.

Tokoh dan sesepuh Semau, Martinus Tiusbele diberi kesempatan untuk memberi
sambutan dan didaulat membuka Acara Baksos KKBM- GPS-Tarung Drajat Kota Kupang tersebut secara resmi.

Baca Juga:  Konsulat Jenderal Tiongkok Dukung Gubernur NTT Kembangkan Pariwisata

Martinus menyampaikan terimakasih kepada Ketua KKBM Theo da Cunha dan pengurus yang berkenan memberikan kesempatan bagi anggotanya untuk melakukan aksi Baksos membersihkan pantai Liman, menyumbangkan buku panduan wisata, serta buku-buku layak baca bagi warga Semau khususnya pengelola wisata pantai Liman yang kini adalah salah satu destinasi wisata unggulan baru di Pulau Semau, Kabupaten Kupang.

“Saya bangga, saudara-saudara saya orang Maumere di Kupang bisa datang lihat kami disini dan melakukan aksi bersih sampah.
Saya liat ini sebagai bentuk
dukungan bagi kami dan masyarakat Semau untuk mendorong pariwisata sebagai
sektor strategis baru untuk meningkatkan ekonomi lokal,” ujarnya.

Martinus yang punya usaha jasa pariwisata di kawasan pantai Liman itu, menambahkan, bantuan dan dukungan ini baginya adalah motivasi bagi dirinya dan warga pantai Liman untuk lebih maju dan menggairahkan edkonomi lokal berbasis pariwisata.

Kepada warga KKBM yang hadir, pria yang pernah menjabat Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLHD) Provinsi NTT itu juga sempat bernostalgia tentang semangat persaudaraan yang sama antara orang Etnis Timor Helong dan orang Maumere karena alasan kesamaan budaya dan kawin mawin.

Dia berharap kebersaman dan persatuan yang tercipta sebagai sesama anak bangsa terus tetap terpelihara sehingga generasi-generasi muda kedepan bisa
saling meningkatan sinergi dalam berbagai bidang kehidupan.

Martinus juga mengajak warga setempat untuk sama-sama membersihkan sampah di Pantai Liman.

Adapun jenis sampah yang berserakan didomininasi sampah plastik dan bungkusan makanan dari para wisatawan pengunjung Pantai Liman yang belum tertib akan kebersihan.

Baca Juga:  Jokowi Lakukan Kunjungan Kerja ke Labuan Bajo

HUT Dalam Badai Covid dan Sumbangan Buku Panduan Wisata

Ketua Panitia HUT KKBM 2020, Dr. Frans Sales, M.Pd., pada kesempatan itu mengatakan meski dilandai badai covid-19, HUT KKBM kali ini dirayakan special karena lebih memberi ruang untuk warganya berinteraksi dengan
lingkungan sekitar, berolahraga dan juga berwisata.

Frans mengatakan, ada beberapa rancangan kegiatan yang sejatinya dilakukan KKBM dalam HUT tahun 2020 yakni Baksos Bersih Pantai Liman, Baksos Sumbangan dari para pihak serta dukungan Buku- Buku Pariwisata dari PT. Fortuna Eplore Indo yang adalah penerbit Majalah Wisata FORTUNA sebagai
upaya untuk mendukung gerakan literasi khusus dibidang pariwisata.

Beberapa kegiatan lain, kata dia yakni Lomba Futsal Antar Kecamatan Kabupaten Sikka di Kupang yang pagelarannya masih dikondisikan dengan melihat kondisi covid-19, juga pentas seni budaya daerah, Seminar dan Misa Penutupan kegiatan.

“Jadi di Liman ini kita namai kegiatan Baksos Wisata. Kerja bakti sambil berwisata dan menikmati indahnya pesona pantai Liman yang sangat memikat juga berolahraga lewat Tarung Derajat untuk rekreasi sekaligus memotivasi pengembangan mental generasi muda,” ujarnya.

Sementara Ketua KKBM, Theo da Cunha dalam sambutannya yang disampaikan oleh Sekjen KKBM, Fidelis Nogor mengatakan, KKBM sebagai wadah sosial kemasyarakatan dalam program kerjanya memberi perhatian serius pada urusan sosial kemasyarakatan selain penataanorganisasi dan kelembagaanKehadiran KKBM Kupang di Pantai Liman saat itu merupakan bagian dari semangat merajut kebersamaan dan persaudaraan antar sesama orang KKBM dan warga sekitar terutama warga Semau untuk sama-sama mendukung program pemerintah propinsi NTT mengembangkan sektor pariwisata dan meningkatkan salah satu point dalam Sapta Pesona yakni urusan kebersihan.

Baca Juga:  Pariwisata Sebagai Penggerak Utama Lahir dari Kajian Ilmiah

Mewakil Ketua Umum dan Pengurus KKBM, Fidel menyampaikan terimakasih
dari KKBM Kupang atas sambutan hangat dari tokoh Semau, Martinus Toesbele dan warga Pantai Liman dalam kegiatan Baskos HUT KKBM kali ini.

Dia berharap kerjasama KKBM dan warga Semau terus dibangun dan
ditingkatkan dalam waktu-waktu mendatang.

Terkumpul 8 Kantong Sampah

Sebagai informasi bahwa kegiatan Baksos bersih sampah dari KKBM- GPS Tarung Derajat kali ini menyisir beberapa spot dikawasan Pantai Liman mulai dari gerbang masuk Pantai Liman, Kawasan Home Stay milik Martinus Toesbele hingga kawasan Cottage Liman yang dibangun pemerintah Provinsi NTT.

Lebih dari 2 jam kerja bakti, terkumpul kurang lebih 8 kantong besar sampah plastik yang kemudian akan dihantar ke tempat pembuangan akhir.

Selain membersihkan sampah dan membagikan buku, masyarakat Liman juga mendaptkan oleh-oleh anakan Pohon Afrika yang ditengarai merupakan sebuah
pohon ajaib dan murajar dalam menyembuhkan aneka penyakit mulai dari gural darah, asam urat, darah tinggi, dan lain sebagainya.

Penyerahan anakan dan stek pohon Afrika itu dilakukan oleh salah satu senior KKBM Kupang Zaver Keytimu kepada Martinus Toesbele dan seorang tokoh Semau lainnya untuk dibudidayakan melalu stek. (*)

Pos terkait