Gubernur NTT Tinjau Kerusakan akibat Bencana Badai Seroja di Sumba Timur

  • Whatsapp
Bagikan

KUPANG, JUBIR.id – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat, pada Rabu (14/4/2021) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke kabupaten Sumba Timur guna meninjau sejumlah kerusakan akibat bencana badai Siklon Tropis Seroja yang menerpa wilayah NTT, pada 4 s.d 5 April 2021.

Gubernur Viktor bersama rombongannya bertolak dari Bandar Udara Tardamu Sabu Raijua sekira pukul 07.00 WITA, setelah selama dua hari lamanya ia berada di sana meninjau dan memberikan bantuan kepada korban terdampak bencana Siklon Tropis Seroja.

Bacaan Lainnya

Tiba di Sumba Timur, Viktor Laiskodat yang didampingi salah Direktur BNPB, Bernadus Ali meninjau Bendungan Kambaniru, yang terletak di Kecamatan Kambera. Bendungan Kambaniru jebol dihantam banjir yang dipicu badai siklon tropis Seroja satu pekan lalu itu.

Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing, menyampaikan bahwa Bendungan Kambaniru adalah salah satu fasilitas yang rusak berat di Sumba Timur akibat dihantam banjir. Bendungan itu roboh dan mengakibatkan ratusan rumah penduduk terendam banjir.

Baca Juga:  Gubernur Resmikan Kampus Desa Bambu Agroforestri

“Jumlah penduduk yang terdampak banjir di kelurahan kambaniru sebanyak 4.235 jiwa, atau 715 kepala keluarga yang tersebar di 22 RT,” kata Khristofel menjelaskan.

Selain rumah penduduk terendam, kata Khris Praing, luapan air dari Bendungan Kambaniru juga telah mengakibatkan ratusan ternak warga mati.

Usai meninjau Bendungan terbesar di Kabupaten Sumba Timur itu, Gubernur NTT bersama Bupati dan rombongan lainnya menuju Kecamatan Karera di bagian Selatan Kabupaten Sumba Timur untuk memantau sejumlah kerusakan yang dialami oleh masyarakat pasca bencana.

Di sana, Viktor Laiskodat meminta agar semua kerusakan yang dialami oleh masyarakat segera didata dan dimasukkan ke Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Segera membuat data yang akurat mana yang rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan dan deadline penyampaian ke posko bencana NTT harus sudah disampaikan pada malam hari ini pukul 22.00 WITA. Tidak boleh ada mark up dan tidak boleh memanfaatkan situasi bencana ini untuk memperoleh keuntungan pribadi,” ujar Viktor. (*)

Pos terkait