Polda NTT siapkan personel hadapi PSU Sarai

  • Whatsapp
Bagikan

Foto : Bidang Humas Polda NTT

 

Bacaan Lainnya

KUPANG, JUBIR.idPolda NTT telah mempersiapkan personelnya untuk mengamankan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Kabupaten Sabu Raijua yang akan digelar 7 Juli 2021 nanti.

Hal ini disampaikan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTT, Irjen Pol Lotharia Latief, SH, M.Hum melalui siaran pers dari Bidang Humas Polda NTT yang diterima redaksi jubir.id, Senin (18/5/2021).

Terkait hal itu, Ia berharap agar seluruh Personel Polda NTT mempersiapkan kemampuan serta peralatan yang dibutuhkan guna mengawal seluruh tahapan PSU sehingga berjalan dengan baik, aman dan tertib.

“Kita akan menghadapi satu event lagi, yaitu, PSU Pilkada di wilayah Kabupaten Sabu Raijua. Ini harus kita kawal dengan sungguh-sungguh sehingga dapat berjalan dengan baik, aman dan tertib”, kata dia.

Terkait dengan itu, Senin (17/5-21) kemarin, personel Ditsamapta Polda NTT menggelar latihan guna meningkatkan kemampuan dalam penggunaan peralatan dalmas di Lapangan Mapolda NTT. Dalam latihan ini, Unit K9 (Anjing Pelacak Polri) ini pun dikerahkan.

Baca Juga:  Gubernur NTT Mengundang Menteri Sandiaga Uno Kunjungi Bukit Kelabba Maja di Sabu Raijua

Kegiatan latihan Dalmas ini dipimpin langsung Dirsamapta Polda NTT Kombes Pol Joni M. Siahaan dan disaksikan langsung oleh Kapolda NTT serta Pejabat Utama Polda NTT.

Pada kesempatan itu, Kapolda NTT bersama Pejabat Utama menyaksikan langsung peragaan kemampuan anjing pelacak Polri (K9) dalam menangkap pelaku kriminal serta kemampuan menemukan bahan berbahaya seperti obat terlarang atau bahan peledak)

Dirsamapta Polda NTT, Joni M. Siahaan, mengatakan, peningkatan latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan personel dalam rangka menghadapi pengamanan PSU Pilkada di wilayah Kabupaten Sabu Raijua.

“Latihan Dalmas ini untuk mengantisipasi pengamanan massa dalam menghadapi PSU Sabu Raijua nanti. Persiapan antisipasi jika terjadi demo massa, baik pada tahapan pemungutan suara maupun pasca pemungutan suara,” jelasnya.

“Selain untuk meningkatkan kemampuan personel supaya anggota lebih mahir dan profesional dalam pelaksanaan tugas dilapangan khususnya pengamanan massa, baik itu tingkatan paling awal hingga tingkat lanjutan yang menjurus ke aksi anarkis”, imbuhnya. (*)

Pos terkait