Gubernur Dorong Pemuda GMIT Kembangkan Potensi Daerah

  • Whatsapp
Bagikan

KUPANG, JUBIR.id – Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat meminta para Pemuda Gereja Masehi Injili Di Timor (GMIT) untuk turut serta mengembangkan potensi daerah yang memiliki daya guna bagi kebutuhan masyarakat.

Hal itu disampaikan Gubernur Viktor Laismodat, saat menerima audiens Ketua Pemuda GMIT, David Natun bersama rombongannya di ruang kerja Gubernur NTT, Selasa (8/6/2021)

Bacaan Lainnya

“Pemuda itu harus punya mimpi besar dan semangat membangun daerah. Kita lihat di NTT ini masih banyak potensi yang belum secara serius dikerjakan. Banyak Lahan kosong dibiarkan ‘tidur’ tanpa ada pengembangan untuk pertanian maka Pemuda GMIT harus bisa memikirkan untuk pengolahan lahan tersebut,” ujarnya.

“Saya mau Pemuda GMIT bergerak bersama masyarakat. Misalnya di Timor ini sangat cocok sekali dengan metode pertanian lahan kering. Maka dengan masyarakat kita lihat potensi yang cocok diantaranya jagung dan sorgum dan juga yang lain. Kemudian kolaborasi bersama juga pemerintah dengan untuk menyiapkan sarana penunjang kebutuhan air,” kata Gubernur Viktor Laiskodat menambahkan.

Baca Juga:  Hotel Berbintang Ini Sediakan Promo Paket Liburan Keluarga yang Terjangkau

Ia menambahkan, pengelolaan lahan baru sangat diperlukan dengan luas yang bisa mencapai ribuan hektar.

“Nantinya bisa dibanggakan bahwa kita panen dari lahan baru dan luas yang selama ini dibiarkan. Dengan itu maka ekonomi akan tumbuh dari kreativitas mengolaah lahan yang baru,” ujarnya.

Gubernur juga menegaskan agar tidak boleh kerja secara kerja asal-asalan sehingga hasilnya bisa membantu masyarakat bisa keluar dari kemiskinan.

“Tidak ada hasil yang luar biasa dari kerja yang tidak luar biasa. Harus dengan semangat extraordinary. Saya yakin NTT akan punya masa depan cerah, dari gerakan kita bersama pemerintah dan masyarakat dan juga pemuda,” paparnya

“Kita semua jangan terbebani dengan omongan orang atau pihak yang meremehkan semangat dan mimpi besar kita untuk pembangunan. Juga jangan terbelenggu karena perbedaan agama dan suku. Kita semua kerja untuk daerah ini dan juga untuk dinikmati anak dan cucu kita,” tegasnya. (*)

Pos terkait