Mengintip Peran Serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dalam Penanganan Covid-19 di Kota Kupang

  • Whatsapp
Bagikan

Giat Operasi Yustisi Penertiban Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 di Jalan Mesakh Amalo oleh Tim Kelurahan Tangguh Oesapa Barat.

 

Bacaan Lainnya

Oleh L. Ng. Mbuhang

 

Pagi itu, dua orang pria berbadan tegap sedang berdiri berhadap-hadapan. Pria yang satu berseragam dinas ketentaraan sedangkan yang satunya lagi memakai atribut kepolisian. Keduanya terlibat dalam percakapan serius, sambil sesekali dari mulut mereka yang tertutup masker hingga ke hidung itu, terdengar mengeluarkan kata-kata menggerutu. Namun terkadang keduanya tertawa, entah kisah lucu apa yang membuat kedua pria tersebut tertawa lebar, pada hal keduanya berdiri dalam jarak sekitar 2 meter.

Pria berseragam TNI tersebut adalah Peltu (Inf) Tomi J. Kurumbatu, anggota TNI AD asal Kodim 1604 Kupang yang sehari-hari bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Kelurahan Oesapa Barat. Sedangkan pria dengan atribut kepolisian tersebut adalah Brigadir Kepala (Bripka) Aspar yang mendapat penugasan dari Kepala Polres Kota Kupang sebagai Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkantibmas) di wilayah Kelurahan Oesapa.

“Jam terbang” kedua aparat negara ini selama masa pandemi ini terbilang sangat tinggi, keduanya harus bekerja ekstra keras untuk memastikan penerapan protokol kesehatan di wilayah penugasan mereka benar-benar berjalan sesuai dengan standart operasional yang berlaku.

Memang semenjak pandemi Virus Korona atau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) hingga menghantui dunia, termasuk negeri Nusantara yang kita cintai ini, khususnya di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, aparat Kepolisian dan TNI terus membangun sinergitas untuk bersama mendukung pemerintah dalam menekan penyebaran virus Covid-19 tersebut.

Sesuai data yang di release Dinas Kesehatan Provinsi NTT tanggal 28 Juni 2021, saat ini jumlah kasus positif Covid-19 di Bumi Flobamora telah mencapai 19.523 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 493 orang. Dari jumlah tersebut, Kota Kupang memberi kontribusi terbesar untuk jumlah kasus positif dan kematian. Jumlah kasus postif Covid-19 di Kota Kupang adalah 7.272 orang postif dengan jumlah kematian sebanyak 182 orang.

Baca Juga:  Ibadah Natal di Gereja Imanuel Petu Fatukoa Terapkan Prokol Kesehatan Ketat

Berdasarkan data tersebut itulah, mengapa setiap elemen dan kalangan digerakkan untuk bahu membahu membangun sinergitas membantu pemerintah dalam upaya menekan laju penyebaran Covid-19 di Kota Kupang.

Nah beberapa elemen yang terlibat dalam upaya-upaya dimaksud antara lain TNI – Polri melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Setelah kasus pertama Covid-19 di Kota Kupang, NTT pada April 2020 lalu, Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat, langsung membentuk Tim Gusus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, yang didalam tim tersebut terdiri dari Pemerintah Daerah, TNI dan Polri mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat desa/kelurahan.

Tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 tingkat desa/kelurahan dalam hal ini Babinsa dan Bhabinkamtibmas melaksanakan tugas, antara lain mewawancara kasus terkonfirmasi, pelacakan dan wawancara kontrak erat, memastikan kontak erat telah di tes, memantau tempat isolasi dan karantina, melaporkan hasil kegiatan pelacakan dan pemantauan dengan berkoordinasi dengan petugas puskesmas secara langsung atau melalui group WhastsApp.

Kasus Covid-19 yang terus meningkat di Kota Kupang, pemerintah bersama TNI-Polri terus melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran virus yang mematikan itu, yang sasarannya adalah di tempat keramaian, seperti di terminal, Bundaran Patung Tirosa, beberapa pasar tradisional, dan Batas Kota di Kelurahan Lasiana.

Realisasi penerapan protokol kesehatan (prokes) 3M, yaitu wajib mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak juga saat ini semakin baik diterapkan oleh masyarakat, baik di kantor, pasar, gereja, puskesmas, rumah sakit, sekolah dan tempat keramaian.

Tak hanya sebatas sosialisasi penerapan prokes, Babinsa Peltu Tomi J. Kurumbatu dan Bhabinkamtibmas Bripka Aspar, yang bertugas di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang ini juga melakukan aksi nyata, yakni membagi-bagikan masker gratis kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker, seperti pejalan kaki, pedagang di pasar, pengendara roda dua/roda empat atau penumpang angkutan kota maupun di tempat keramaian lainnya.

Baca Juga:  Presiden Minta Implementasi Konkret dari PPKM

Di Kelurahan Oesapa Barat, Babinsa Tomi Kurumbatu dan Bhabinkamtibmas Aspar, masuk dalam Tim Kelurahan Tangguh, dimana setiap ada kegiatan selalu bersama-sama dengan Lurah Oesapa Barat dengan perangkat RT/RW, serta tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk memberikan imbauan kepada masyarakat tetap mematuhi prokes.

“Jadi setiap ada kegiatan berkaitan dengan penanganan Covid-19, kami (Babinsa dan Bhabinkamtibmas, red) harus sama-sama dengan Lurah dan RT/RW, yang ada di kelurahan setempat untuk mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Jika kami temukan ada warga yang tidak memakai masker kami langsung menegurnya,” kata Babinsa Peltu Tomy J. Kurumbatu, saat ditemui di Kantor Camat Kelapa Lima, Jumat (18/6/20210) siang.

Sejak tahun 2020, jumlah orang yang terinfeksi Covid-19 di Kelurahan Oesapa Barat sebanyak 100 lebih, meninggal dunia tiga orang. Namun, pasca-badai seroja April hingga Juni 2021, Kelurahan Oesapa Barat turun ke zona hijau (no kasus).

Masuk kembalinya ke zona hijau, Kelurahan Oesapa Barat, karena berkat kerja keras dari Tim Kelurahan Tangguh yang terus menggelorakan peneraparan protokol kesehatan di 21 RT (Rukun Tetangga) dan tujuh RW (Rukun Warga).

“Sejak tahun 2020, jumlah orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 100 orang, tiga orang yang meninggal dunia. Dengan adanya korban meninggal dunia, kami Tim Kelurahan Tangguh bersama petugas dari Dinas kesehatan langsung kami lakukan penyemprotan di rumah korban meninggal dunia,” kata Bhabinsakamtibmas Bripka Aspar, saat ditemui wartawan media ini, Senin (28/6/2021).

Pada tanggal 24 Juni 2021 lalu, Kelurahan Oesapa Barat kembali ke zona oranye, setelah tujuh orang warga terkinfirmasi positif Covid-19.

Tak hanya itu, dalam rangka menyukseskan vaksinasi, Babinsa Tomi Kurumbatu dan Bhabinkamtibmas Aspar, juga berperan aktif mengajak warga Kelurahan Oesapa Barat untuk melakukan vaksin di Puskesmas. Vaksinasi dilakukan di dua tempat yakni di Gereja dan Puskesmas.

“Khsusus di Kelurahan Oesapa Barat, Vaksin ini digelar di Gereja dan Puskesmas. Dan, hari ini saya melakukan pengamanan vaksinasi di Puskesmas Oesapa Timur,” ujar Bripka Aspar.

Baca Juga:  300 Tabung Oksigen Tiba di Kupang

Lurah Oesapa Barat, Christian E. Chamdra, mengatakan, penanganan Covid-19 ini sudah dilakukan sejak awal tahun 2020. “Kita berterima kasih banyak kepada TNI-Polri khususnya pak Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang selama ini begitu aktif didalam mendukung pemerintah daerah dalam rangka penanganan penyebaran covid-19,” kata Lurah Oesapa Barat, Christian Chamdra, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/6/2021) siang.

“Jadi perkembangan kasus Covid-19 ini, terus kami bersama petugas surveillance (pengawasan) dari Puskesmas mulai dari adanya ODP (Orang Dalam Pantauan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan), kami terus melakukan tracing dan imbauan kepada masyarakat. Awalnya masyarakat menolak kehadiran pendatang, ketika kita harus menjelaskan bahwa kita tidak bisa menolak yang bersangkutan. Hal ini kami tidak bisa laksanakan sendiri tanpa ada dukungan dari TNI-Polri,” kata Chamdra menambahkan.

Saat ini setiap kelurahan sudah mendapat satu orang tenaga babinsa dan bhabinkamtibmas per kelurahan, sehingga betul-betul mereka fokus untuk membantu lurah dalam penanganan Covid-19.

“Kalau dulu satu babinsa menangani dua kelurahan, tapi mulai tahun 2020, ada kebijakan satu babinsa dan satu bhabinkamtibmas menangani satu kelurahah, sehingga mereka betul-betul fokus, mau hubungi jam berapa pun mereka selalu siap, dan selama ini sudah berjalan baik,” ujarnya.

Camat Kelapa Lima, I Wayan Gede Astawa menyampaikan, keberadaam Babinsa dan Bhabinkamtibmas ini memiliki peranan yang sangat penting. Kenapa? Dari sisi sosial, pemerintah kecamatan dan kelurahan merasa terbantu.

Di lapangan kita membutuhkan mereka sebagai penguatan informasi, karena masasalah Covid-19 ini bukan masalah pemerintah daerah saja, ini sudah menjadi masalah nasional sehingga semua komponen pemerintah bekerja sama termasuk TNI-Polri memberikan pembinaan, penguatan kepada masyarakat.

“TNI – Polri adalah yang terpenting bagi kami, dan juga menjadi ujung tombak dalam penanganan Covid-19,” kata Camat I Wayan Astawa saat ditemui di kantornya, pada Jumat (18/6/20210) siang.

Pos terkait