Potensi Energi Gelombang Laut Sebagai Pembangkit Listrik

  • Whatsapp
Bagikan

Ketergantungan manusia yang berlebihan, terhadap sumber energi konvensional akan menimbulkan beberapa masalah yang harus dihadapi. Masalah-masalah diantaranya menipisnya cadangan minyak bumi, kenaikan harga bahan baku serta semakin meningkatnya permintaan dibanding produksi (demand and supply).

Adapun masalah lingkungan yang ditimbulkan oleh pembakaran minyak bumi seperti peningkatan efek rumah kaca atau pemanasan global, semakin berkurang pasokan air bersih serta peningkatan jumlah sampah. Di lain pihak, pemanfaatan sumber energi yang terbaharukan seperti tenaga surya, angin, air, biomassa, panas bumi dan nuklir masih jarang digunakan.

Energi gelombang merupakan sumber energi alternatif yang berkelanjutan, terbarukan dan tidak berdampak pencemaran terhadap lingkungan. Diperkirakan potensi energi kelautan mampu memenuhi empat kali kebutuhan listrik dunia. Penelitian untuk mempelajari kemungkinan pemanfatan energi yang tersimpan dalam gelombang laut sudah mulai banyak dilakukan. Salah satu negara yang sudah banyak meneliti hal ini adalah Inggris.

Energi yang dihasilkan oleh gelombang sangat bergantung pada hal-hal berikut :

Crest : bagian paling atas dari gelombang, Trough : titik terendah pada sebuah gelombang, Panjang gelombang: jarak horizontal antara satu puncak dan puncak berikutnya (atau palung dan palung), Tinggi gelombang: jarak vertikal antar gelombang palung dan puncaknya, Frekuensi: ukuran berapa banyak gelombang yang lewat dalam waktu tertentu.

Baca Juga:  Pastikan Protokol Kesehatan Diterapkan, Ditsamapta Polda NTT Sambangi SD Negeri Bertingkat Naikoten

Perangkat energi gelombang dirancang untuk menangkap energi yang ditemukan di dekat permukaan air dan mengubahnya untuk kekuatan. Perangkat pemanen energi memanfaatkan perubahan permukaan air dari palung gelombang ke puncak dan dinamikanya gerakan air dalam gelombang. Pembangkit energi gelombang sebagian besar, merupakan rangkaian generator yang saling terhubung ke jaringan. Sementara banyak konfigurasi perangkat energi gelombang telah ditemukan dan diuji, biasanya ada lima kategori: Buoys, Surface following, Oscillating water column, Terminators, Overtopping.

Ilustrasi perangkat konversi energi gelombang

 

Meskipun berbagai model disebutkan dalam literatur yang berbeda, tidak ada konvergensi teknologi konversi gelombang yang dijamin. Gelombang laut menghasilkan energi bersih karena tidak membutuhkan bahan bakar dan tidak menghasilkan limbah apa pun. Peralatan pembangkit gelombang berbasis pantai sudah menarik pertentangan karena konstruksi beton besar-besaran di garis pantai yang dianggap merusak lanskap visual. Hal ini dapat sesuaikan dengan jarak tanam konstruksi yang tepat disepanjang pantai, sehingga hampir dapat menghilangkan potensi negatif dampak proses konversi energi pada suhu laut dan kehidupan laut. Selain itu, beberapa sistem gelombang dapat menimbulkan kebisingan ketika gelombang melintasi instalasi tetapi hal ini dapat dibenarkan dengan pembangkit listrik.

Baca Juga:  Kembangkan Hutan Energi untuk Co-firing PLTU, Undana dan PLN IUW NTT Teken MoU

Keuntungan energi gelombang : 1) Emisi nol, 2) Terbarukan, 30 Luar biasa, 4) Andal. Sedangkan kekurangan gelombang 1) Dampak, 2) lingkungan, 3) Biaya tinggi, Sulit untuk diukur.

Gelombang akan menyediakan energi 24/7 yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik yang bersih. Karena energi gelombang masih dalam tahap awal, pemasangannya tetap mahal dan potensi kerugian lingkungan belum sepenuhnya diketahui. Intinya adalah kekuatan gelombang memiliki potensi global yang sangat besar. Namun, industri membutuhkan lebih banyak dana dan penelitian untuk menyelesaikan teknologi yang terlibat sehingga negara dan utilitas dapat mulai menambahkan energi gelombang ke gudang energi terbarukan mereka. (Nurhayati, S.T., M.T., Dosen Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana Kupang)

Pos terkait