BI NTT Gelar Webinar Edukasi Ekonomi dan Keuangan Syariah

  • Whatsapp
Bagikan

KUPANG, JUBIR.id – Bank Indonesia (BI) NTT menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasi ekonomi dan keuangan syariah secara virtual (webinar).

Tujuan kegiatan ini, adalah memberikan pemahaman terhadap konsep ekonomi dan keuangan Syariah serta peran dan kegiatan yang dilakukan Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan ekonomi & keuangan syariah.

Bacaan Lainnya

Kegiatan webinar ini menghadirkan narasumber, yakni Asisten Direktur Departemen Ekonomi & Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia, Kesumawati Syafei.

Kegiatan itu dihadiri Ketua MUI NTT, Abdul Kadir Makarim, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK), serta mahasiswa dan pelajar.

Acar webinar dibuka Kepala Kpw BI NTT, Nyoman Ariawan Atmaja. Dalam sambutannya, menyampaikan pentingnya perkembangan ekonomi & keuangan syariah kepada masyarakat dan peran penting Bank Indonesia di dalamnya, termasuk sinergi dengan Komite Nasional Ekonomi Syariah (KNEKS), antara lain dengan pelaksanaan seperti melalui Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (Fesyar KTI) 2021.

Baca Juga:  BI NTT Siap Gelar Festival Exotic Tenun Fest 2021

Dalam acara tersebut, dilakukan penyerahan sertifikasi halal LPPOM MUI kepada lima UMKM NTT yang telah melewati proses sertifikasi.

Acara sosialisasi dan edukasi ekonomi dan keuangan Syariah dimoderatori Emil Faizza dan narasumber Kesumawati Syafei dari DEKS.

Kesumawati menyampaikan konsep dasar dari ekonomi & keuangan Syariah, dan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar dimana Indonesia duduk pada ranking empat pada Global Islamic Economy Indicator Score Rank. Bank Indonesia berperan sebagai akselerator, inisiator, dan regulator pada pengembangan ekonomi & keuangan Syariah. Dalam pengembangan ekonomi & keuangan Syariah, Bank Indonesia memiliki tiga strategi.

Yaitu, pertama pemberdayaan Usaha Syariah. Contoh: adalah fasilitasi teknis sertifikasi halal yang dilakukan oleh Bank Indonesia dan kurasi produk unggulan pada Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA).

Kedua, Pengembangan dan Pendalaman Keuangan Syariah
Contoh: adalah melalui pengembangan instrumen Syariah dan penguatan regulasi.
Ketiga, Keilmuan & Kampanye Ekonomi Syariah. Contohnya adalah kegiatan sosialisasi dan edukasi yang dilakukan kali ini untuk mendorong literasi ekonomi & keuangan Syariah di Indonesia yang masih 16.3%.

Baca Juga:  Pemulihan Ekonomi Terwujud di 2021 dengan Satu Prasyarat dan Lima Strategi

Sementata itu, Syarifuddin, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Kupang menyatakan, praktik jual beli yang baik telah diatur dengan mengedepankan konsep syariah, yakni pelaksanaannya harus berdasarkan nilai-nilai agama, dan menjauhkan dari riba. Sehingga dalam pengembangannya, masyarakat, dan usaha dapat mengikuti nilai-nilai tersebut agar dapat memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat.

Abdul Kadir Makarim mengaatakan, melaksanakan kegiatan secara syariah adalah sebuah kepentingan, dan kondisi negara pada saat ini diharapkan dapat dibantu dengan ekonomi & keuangan Syariah, dan diharapkan bahwa ekonomi & keuangan Syariah dapat berkembang, terutama di NTT. (*/L. Ng. Mbuhang)

Pos terkait