SMK Negeri 7 Kupang Dapat Bantuan Mesin Produksi Abon Ikan dari LP2M Undana

  • Whatsapp
Bagikan

KUPANG, JUBIR.id – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 7 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat bantuan mesin produksi abon ikan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Laboratorium Mesin Fakultas Sains dan Teknik Undana, Ishak S. Limbong, ST., M.Eng., Ph.D., yang diterima Kepala SMK Negeri 7 Kupang, Dra. Yeftasina M. A. Nitti, pada Sabtu (9/10/2021) pagi.

Bacaan Lainnya

Kepala SMK Negeri 7 Kupang, Yeftasina M. A. Nitti, saat menerima bantuan tersebut didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Murni Pallawagau, S.Pi., M.Pd, serta beberapa guru lainya.

Bantuan peralatan itu terdiri atas, mesin spriner (pengering), mesin swir daging, baju lab untuk pelatih, apron, sarung tangan, masker, nurse cap dan antiseptik.

Kepala Laboratorium Mesin, Fakultas Sains dan Teknik Mesin Undana Ishak S. Limbong, ST., M.Eng., Ph.D., mengatakan, mesin produksi abon ikan ini adalah bantuan dari LP2M Undana.

Baca Juga:  Pendapatan Daerah Provinsi NTT Tahun 2020 Meningkat

Ia mengatakan, LP2M Undana mensport segala sesuatu yang dibutuhkan oleh masyarakat. “Jadi baik lini dosen dan mahasiswa tidak hanya kita bicara secara teori atau praktek didalam kampus, tapi kita sudah keluar kampus. Jadi kami diminta untuk mencari dimana posisi-posisi yang perlu untuk kami bantu. Kebetulan di SMK Negeri 7 Kupang, bidangnya perikanan sangat membutuhkan itu. Kemudian di sekolah ini mempunyai Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan,” kata Ishak menambahkan.

Kepala SMK Negeri 7 Kupang, Dra. Yeftasina M. A. Nitti menyampaikan terima kasih kepada Undana yang telah memberikan bantuan peralatan dan pelatihan pembuatan abon ikan. Dengan adanya bantuan peralatan ini, para siswa akan melakukan praktek setiap hari Sabtu.

“Terkait kerja sama antar Undana dan SMK Negeri 7 Kupang, kami mengucapkan terima kasih, karena kami diberikan dukungan. Dengan harapan, anak-anak setelah mereka tamat bisa membawa pengalaman itu di tengah masyarakat,” kata Yeftasina Nitti. (L. Ng. Mbuhang).

 

 

 

 

 

 

Pos terkait