Guru SDN Papu Sumba Timur dapat Bantuan Tablet dari Pijar Sekolah dan 1000 Guru

  • Whatsapp
Bagikan

KUPANG, JUBIR.id  – Semua guru di Sekolah Dasar Negeri Papu Watumbaka, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat bantuan tablet dari Pijar Sekolah dan Yayasan 1000 Guru.

Bantuan tablet ini diserahkan langsung oleh Bussiness Development and Lead GTM Pijar Sekolah, Rifky Praptama, S.Kom, Kamis (19/11/2021) siang.

Bacaan Lainnya

Acara penyerahan bantuan tablet tersebut hadir pula Ketua Yayasan 1000 Guru Jemi Ngadiono.  

Ketua Yayasan 1000 Guru Jemi Ngadiono mengatakan, Pijar Sekolah dan 1000 Guru membagikan 100 tablet untuk guru di seluruh Indoensia. “Kebetulan untuk program ini kita menjangkau guru-guru yang ada di pedalaman pedesaan yang memang mereka membutuhkan kita untuk memberikan bantuan kepada guru-guru yang memang honorer dan gajinya rendah. Dan, mereka tidak mempunyai gadjet untuk menunjang pembelajaran itu yang menjadi target kita,” kata Jemi.

Baca Juga:  Puluhah Rumah Warga Terendam Banjir di Sumba Timur

Menurut Jemi, pembagian tablet ini dilakukan secara simbolis di Sumba Timur. Selanjutnya, pembagian tablet dilakukan di Sumatera, Kalimantan dan juga beberapa tempat di pulau Jawa. “Anggota kita tersebar membagikan tablet. Kita berharap bahwa program pembagian tablet bisa bermanfaat untuk guru-guru supaya mereka lebih meningkatkan kualitas mengajar mereka. Dan, itu akan berdampak kualitas juga kepada anak-anak yang mereka ajar,” ujarnya.

Ia mengatakan, Yayasan 1000 Guru ini sudah ada di Indonesia sejak tahun 2012. Dan, sudah ada cabang di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke. “1000 Guru ini tidak hanya menjangkau dalam hal pendidikan, tapi juga menjangkau dalam hal makanan bergizi, pembangunan fasilitas pendidikan. Kita membangun sarana tempat ibadah, perpustakaan, taman, PAUD, ada beberapa kota di Indonesia. Selain itu, 1000 Guru juga membantu anak-anak di negara ASEAN, yaitu Kamboja, Thailand, Laos. Saya sendiri yang datang ke sana membantu anak-anak muda dari Indonesia,” ujarnya. 

Nita Lay, salah satu guru honorer SDN Papu mengatakan, perjalanan dari rumahnya ke sekolah menempuh kurang lebih satu jam. “Di masa pandemi covid-19 banyak hal yang kami alami terutama dalam pembelajaran. Dimana kami harus mejeralnya pembelajaran secara daring maupun secara luring,” ujarnya.

Baca Juga:  SD Kecil Kambata Kundurawa Desa Praibakul Sumba Timur Butuh Perhatian Pemerintah

“Kami tidak dapat melakukan secara daring karena keterbatasan kami, terlebih dalam hal internet dan jaringan ke sekolah sangat sulit. Untuk itu, kami di sekolah mengambil pembelajaran secara luring dari rumah ke rumah anak,” kata dia menambahkan.

Dengan segala kendala yang ada ini, lanjut Nita, berbagai hal yang mereka alami, baik itu kendaraan maupun materi terutama keuangan. Mereka harus mengeluarkan uang pribadi untuk menyiapkan LKS bagi anak-anak.

“Kami sangat bersyukur mendapatkan bantuan tablet dari Pijar Sekolah. Bantuan ini sangat membantu kami dalam proses belajar mengajar. Kami ucapkan terima kasih,” ujarnya. (L. Ng. Mbuhang)

 

 

 

Pos terkait