Dua Periode Berkiprah Majukan Undana, Rektor Prof. Fred Benu Pamit

  • Whatsapp
Bagikan

KUPANG, JUBIR.id – Dua periode sudah, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph. D memimpin Universitas Nusa Cendana (Undana). Terhitung tanggal 5 Desember 2021, Guru Besar Ekonomi Pertanian itu resmi mengakhiri masa bakti periode keduanya di kampus dengan visi orientasi global. Prof. Fred akan digantikan Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc yang akan dilantik Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, Senin (6/12/2021).

Prof. Fred telah memimpin Undana pada periode pertama tahun 2013-2017, selanjutnya pada periode kedua tahun 2017-2021. Tentunya ada banyak prestasi dan capaian yang sudah ditorehkan Prof. Fred selama berkiprah sebagai Rektor Undana, meski sebagai manusia ia juga memiliki banyak kekurangan. Dan, inilah sejumlah torehan apik dan monumental dari sekian banyak yang pernah dilakukan Prof. Fred Benu untuk memajukan Undana.

Bacaan Lainnya

Pada periode pertama, Prof. Fred berupaya mendorong Undana agar lahan kering kepulauan menjadi keunggulan komparatif guna menjadi keunggulan kompetitif di tingkat nasional. Undana pun mantap mendirikan laboratorium terpadu lahan kering kepulauan. Untuk mendukung keunggulan itu, pada aspek kerjasama, Prof. Fred dalam sejumlah kesempatan kerap menyatakan, Undana berkiblat pada sejumlah lembaga dan Perguruan Tinggi (PT) di Kawasan Australia, Timor Leste dan New Zealand guna melakukan kerja sama. Salah satunya ditandai dengan adanya Trilateral University Roundtable Meeting. Tiga negara dan universitas penggagas tersebut adalah Indonesia (Undana), Australia (Charles Darwin University) dan Timor Leste (Universitas Nasional Timor Lorosae). Menariknya, 2016 lalu, Undana pun resmi menjadi tuan rumah kegiatan pertemuan tersebut, dengan mengusung lahan kering kepulauan sebagai keunggulan komparatif Undana.

Rektor terpilih Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc menggunting pita pada peresmian Gedung ICT Centre Undana bersama Rektor Undana, Prof. Fred Benu dan Ketua Dharma Wanita Undana, Ir. Grace Ale-Benu di gedung tersebut, Jumat (3/12/2021).

Rektor terpilih Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc menggunting pita pada peresmian Gedung ICT Centre Undana bersama Rektor Undana, Prof. Fred Benu dan Ketua Dharma Wanita Undana, Ir. Grace Ale-Benu di gedung tersebut, Jumat (3/12/2021).

Pada periode kedua, tepatnya tahu 2017, inisiatifnya mengubah status Undana yang sebelumnya sebagai Satker menjadi Pola Pengelolaan Keuangan (PPK) Badan Layanan Umum (BLU), akhirnya terwujud. Dengan begitu, kampus dengan moto Penggerak Cita-cita Mulia ini ke depan terus berbenah dan meningkatkan statusnya menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTN BH). Dalam kiprahnya, Prof. Fred juga berperan dalam perubahan Organisasi dan Tata Kerja (OTK) baru Undana, yang akan diterapkan setelah rektor baru dilantik. Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nomor 25 Tahun 2021 tentang OTK Undana.

Baca Juga:  Pemprov NTT – Undana Bahas Pengembangan Pertanian

Menariknya, di tengah upaya Pemerintah Indonesia menghemat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), yang berkonsekuensi pada penghentian anggaran sarpras untuk beberapa PTN, Prof. Fred tak pantang menyerah dan hilang akal. Alumni Curtin University Australia itu memiliki tanggungjawab melanjutkan sejumlah pembangunan gedung yang mangkrak di Undana. Dengan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Undana, sejumlah gedung monumental berhasil didirikan jelang dirinya memasuki akhir masa jabatan.

Kini sebuah Auditorium megah dengan kapasitas 5000 orang dengan sejumlah fasilitasnya berada di Undana. Begitupun dengan Rumah Sakit Umum (RSU) Undana, yang sudah beroperasi di Jln. Soeharto, Naikoten, Kota Kupang guna melayani masyarakat luas. Dan, yang terbaru adalah, gedung Information, Communication and Technology (ICT) Centre atau pusat teknologi, informasi dan komunikasi Undana yang baru saja diresmikan Prof. Fred Benu tanggal 3 Desember 2021.

Tak hanya ICT, pada hari yang sama, sebelumnya, ia juga resmi meluncurkan Kapal Kelautan dan Perikanan Undana di Pantai Sulamanda, Kabupaten Kupang pukul 09. 00 WITA dan dilanjutkan dengan syukuran beroperasinya Gedung Auditorium Undana pada pukul 11. 00 WITA dan Peresmian Gedung Information, Communication and Technology (ICT) Centre Undana. Pada acara yang dihelat di Gedung ICT Centre Undana, Rektor juga menyampaikan sejumlah pesan dan kesan selama memimpin Undana dua periode.

Bersyukur

“Tadi pagi, saya dan istri datang ke kantor, kami keluar sama-sama, kami berdoa sama-sama. Berdoanya bilang, Tuhan terima kasih karena hambamu (saya) masuk kantor sebagai Rektor pada hari terakhir. Kami naikan syukur untuk itu,” ujarnya. 

Ia menyatakan, tanggal 6 Desember 2021, Undana resmi memiliki rektor baru, yakni Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M. Sc. “Kita sudah peluncuran kapal dengan memukul kendi di kapal, saya sebagai rektor, dan rektor baru dan dekan. Kapal nanti digunakan untuk pelayanan anak-anak kita. Tapi pulang dari sana (pelantikan), kita syukuran Pak Maxs sebagai rektor. Mungkin kalau teman-teman pergi pancing (ikan), ya kalau boleh saya juga ikut pancing,” ungkapnya diiringi tepuk tangan hadirin. Dirinya menyatakan, sejak diresmikan, gedung Auditorium belum dilakukan acara syukuran. Untuk itu, acara syukuran dan peresmian gedung ICT Centre sekaligus syukuran beroperasinya Auditorium Undana. Menrutnya, Gedung ICT Centre memiliki dua blok dan lebih besar dari Rektorat Undana. Karena itu, perlu dimanfaatkan secara baik.

Baca Juga:  Kembangkan Hutan Energi untuk Co-firing PLTU, Undana dan PLN IUW NTT Teken MoU

Rektor Undana, Prof. Fred Benu dan Rektor terpilih Dr. drh. Maxs U. E. Sanam tengah memecahkan kendi tanda peluncuran Kapal Ikan Perikanan dan Kelautan Undana di Pantai Sulamanda, Jumat (3/12/2021) pagi.Usai kegiatan tersebut, pimpinan Undana kembalia ke Undana guna melakukan syukuran Gedung Auditorium dan Peresmian Gedung ICT Centre.

Rektor Undana, Prof. Fred Benu dan Rektor terpilih Dr. drh. Maxs U. E. Sanam tengah memecahkan kendi tanda peluncuran Kapal Ikan Perikanan dan Kelautan Undana di Pantai Sulamanda, kabupaten Kupang, Jumat (3/12/2021) pagi.Usai kegiatan tersebut, pimpinan Undana kembalia ke Undana guna melakukan syukuran Gedung Auditorium dan Peresmian Gedung ICT Centre.

Ucapan Terima Kasih

Pada kesempatan itu, Prof. Fred menyampaikan terima kasih kepada seluruh pegawai, dosen maupun mahasiswa yang telah menjadi bagian dalam kepemimpinannya sebagai Rektor Undana. “Ibu dan bapak, terima kasih banyak saya katakana. Setelah delapan tahun kita bersama dalam pelayanan, saya sebagai rektor dan ibu Grace sebagai Ketua Dharma Wanita, kami merasa dalam kebersamaan sudah mendapat banyak dukungan dari semua pihak; bapak dan ibu, yang duduk di sini dan yang tidak hadir,” ungkapnya.

Ia mengaku, tak mungkin bisa memimpin Undana dalam waktu delapan tahun dengan pelbagai dinamikanya. “Dan kami juga mengimani bahwa Tuhan menempatkan bapak dan ibu di sekitar kita, sehingga bisa membantu kita dalam melaksanakan tugas selama 8 tahun. Sekali lagi, tidak ada kata yang lebih baik dari pada ucapan terima kasih dan Puji Tuhan, sudah mengizinkan kita bersama-sama 8 tahun,” imbuhnya dengan nada terbata.

“Baik sejumlah pejabat struktural maupun tugas tambahan, tenaga pendidik dan kependidikan, semuanya Tuhan tempatkan dalam suasana yang baik selama 8 tahun,” sambung Rektor Undana. Dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada para anggota Dharma Wanita yang sudah mendampingi Ketua Dharmawanita dalam mendukung semua pelayanan.

Permintaan Maaf

Sebagai manusia, Rektor Undana, Prof. Fred juga menyampaikan permohonan maaf, jika selama delapan tahun memimpin, telah berbuat salah. “Sadar atau tidak, mungkin pernah menyinggung ibu dan bapak dalam sikap dan tindakan saya, mohon dimaafkan, karena karakter kita beda-beda,” ungkapnya. Menariknya, pada kesempatan itu, Prof. Fred juga membuka seluruh isi hatinya, terutama soal karakter pribadinya. Karena itu, ia juga meminta Pendeta Ahmad Purwanto, S. Th dan Romo Yonas Kamlasi – yang bertugas memimpin ibadah dan khotbah sebelumnya – agar mendoakannya usai ia tak lagi memimpin Undana. “Nanti Romo dan Pendeta doakan saya setelah tidak jadi rektor nanti, sebentar dengan rektor yang baru, beliau lebih lemah lembut dalam menuntun ibu dan bapak, tapi jangan pikir beliau terlalu mengalah dengan ibu dan bapak, nanti baru lihat beliau punya ketegasan tapi tidak sekasar atau seemosional saya,” beber Tokoh Lahan Kering Kepulauan itu.

Baca Juga:  Maxs Sanam Terpilih Jadi Rektor Undana 2021-2025

“Ya, kita sama-sama supaya kekurangan saya ditutupi oleh ibu dan bapak dan kekurangann ibu dan bapak, kami bisa menggenapinya dalam satu pelayanan yang baik untuk Undana,” sambungnya dengan mata berkaca-kaca.

Prof. Fred menyebut, meski saat ini kinerja Undana cukup baik, namun ia optimistis, di tangan Rektor Dr. Maxs Sanam, M. Sc, Undana akan semakin maju, jika didukung seluruh komponen di Undana. “Dari tempat ini saya minta ibu dan bapak, mari kita sama-sama mendukung Pak Maxs sebagai rekor baru sehingga Undana akan semakin maju,” sebutnya disambut tepuk tangan hadirin.

Pamit

Selanjutnya, Rektor dua periode itu menyebut, dirinya akan kembali mengemban tugas dan pengabdian sebagai dosen di fakultas yang sudah membesarkan namanya, yakni Fakultas Pertanian (Faperta). Kendati demikian, pihaknya akan terus mendukung kepemimpinan rektor baru. “Hari senin, kita sudah memperoleh rektor baru, kita sama-sama akan mendukung beliau. Jadi pemimpin saat ini tidak gampang, tetapi Pak Maxs paham itu. Sekarang ini, kita buat baik tetapi ada tidak baiknya di pandangan orang lain. Dan, yang perlu diwaspadai adalah penjajahan model baru, yakni digital dictatorship,” bebernya.

Pada kesempatan itu, ia bersama isterinya memohon pamit kepada seluruh civitas akademika Undana dan kembali ke Faperta. “Saya Fred Benu dan istri memohon pamit, hari ini hari terakhir, hari senin kami sudah tidak lagi bersama-sama dengan bapak dan ibu sebagai rektor Undana dan ketua dharma wanita. Kalian sudah tahu, saya marah, emosional, habis itu selesai. Biar kita emosional, tetapi setelah itu saya peluk dan selesai, kita tetap berteman, bersaudara, sebagai bapak, sebagai anak, sebagai kakak, adik, dan sebagai sesama. Terima kasih banyak. Tuhan memberkati kita semua. Bye..,” tutup Prof. Fred Benu disambut tepuk tangan sejumlah pimpinan, pegawai dan dosen Undana. Selamat mengabdi Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M. Si., Ph. D. Jasa dan Pengabdianmu akan selalu terkenang dalam catatan sejarah Undana. (Refael/Ovan)

 

Pos terkait