Tren Fashion Sustainable, BCA dan Warlami Ajak Penenun Timor Tengah Selatan Terapkan Konsep Eco Fashion

  • Whatsapp
Bagikan

SOE, JUBIR.id – Keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia menjadi sebuah peluang yang baik untuk berkibar dalam ranah internasional. Salah satu kebudayaan yang menjadi warisan adalah kain tenun salah satu wastra nusantara.

PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) sebagai bagian dari perbankan nasional pun senantiasa berkontribusi bagi tanah air melalui berbagai inisiatif program. Dalam upaya perwujudan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dengan gerakan #BCAFor Sustainability, BCA hadir memberikan pembinaan bagi penenun di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) untuk menggerakan tenun TTS diiringi dengan penerapan fesyen ramah lingkungan.

Bacaan Lainnya

Pembinaan yang digerakan oleh BCA ini berada dibawah payung Bakti BCA berkolaborasi dengan Perkumpulan Warna Alam Indonesia (Warlami) yang diadakan secara offline dari Selasa (2/8) hingga Kamis (4/8).

Acara pembukaan dihadiri EVP CSR BCA Inge Setiawati, Kepala KCU BCA Kupang Farida Siregar, Ketua Warlami Myra Widiono, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan Hans Banunaek, serta undangan lainnya dan 30 peserta yang mengikuti program tersebut. 

Baca Juga:  Pisah Sambut Sejumlah Pejabat, Ini Pesan Kapolda NTT

EVP CSR BCA Inge Setiawati mengatakan, Wastra nusantara merupakan bentuk warisan budaya yang sudah selayaknya mendapatkan perhatian khusus untuk senantiasa dilestarikan eksistensinya. 

Menurutnya, BCA bersama dengan Warlami menyadari akan kebutuhan pembinaan bagi penenun dalam mengembangkan potensi budaya, bisnis dan pelestarian lingkungan. Tenun dari kawasan TTS merupakan bentuk wastra nusantara yang potensial untuk dipasarkan dan dapat mengangkat nama baik dari TTS. 

“Bersamaan dengan itu, kami pun turut mengajak penenun untuk menerapkan konsep eco fashion dengan metode pewarnaan alam untuk bersama menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Inge.

Koleksi wastra yang dimiliki oleh TTS memiliki kelebihan yang unggul, memiliki teknik, ragam hias dan ekspresi budaya khas tersendiri. Saat ini, kawasan TTS terus berkembang untuk menjadi daerah yang unggul dan memiliki potensi yang lebih luas. 

Pembinaan ini akan diikuti oleh tiga suku besar atau yang juga disebut dengan “Swapraja” yang terdiri dari: Swapraja Amanatun, Swapraja Amanuban, dan Swapraja Mollo. 

Dikatakannya, BCA hadir bersama Warlami memberikan konsep eco fashion yang akan menjadi hasil wastra lebih ramah lingkungan. 

Baca Juga:  Ketua AMPI NTT, Maxi Pati Pari Beri Bantuan Korban Banjir di Kabupaten Kupang

Sentara itu, Kepala KCU BCA Kupang Farida Siregar menambahkan, melalui pelatihan ini, peserta akan diajak untuk memahami bahan pewarna alam untuk benang katun, teori dasar proses pewarna alam, serta praktik langsung. Rangkaian pelatihan akan berlangsung enam bulan

“Melalui pelatihan ini kami berharap penenun setempat dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dan menerapkan konsep eco fashion. Kami yakin melalui tujuan yang mulia juga untuk melestarikan lingkungan pastinya akan menghasilkan hasil yang baik pula. BCA pun nantinya akan turut berperan aktif dalam memasarkan hasil tenun penduduk dari TTS,” tegas Farida.

Untuk diketahui, BCA melalui Program Pilar Sinergi yang merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) yang dimiliki oleh BCA mendukung keberlangsungan wirausaha kreatif di bidang seni budaya  yang berkelanjutan di Indonesia. BCA dalam komitmen mengedepankan prinsip environmental, social, and governance (ESG) juga telah melaksanakan berbagai program unggulan seperti pendampingan UMKM

“Dalam jangka panjang, diharapkan produk wastra TTS dapat memiliki daya saing di tingkat global, senantiasa mengedepankan konsep eco fashion dan semakin memperluas potensi bisnis wastra khususnya untuk pasar internasional. Kami yakin bahwa potensi produk-produk tradisional dari Indonesia memiliki ruang tersendiri di konsumen,” tutup Inge.

Baca Juga:  Gubernur NTT Lakukan Panen Padi di Desa Manusak

 

Tentang PT Bank Central Asia Tbk 

 

BCA merupakan salah satu bank terkemuka di Indonesia yang fokus pada bisnis perbankan transaksi serta menyediakan fasilitas kredit dan solusi keuangan bagi segmen korporasi, komersial, UKM, dan konsumer. Pada akhir Juni 2022, BCA melayani sekitar 31 juta rekening nasabah dan memproses sekitar 62 juta transaksi setiap harinya, didukung oleh 1.242 kantor cabang, 18.065 ATM, serta layanan internet & mobile banking dan contact center Halo BCA yang dapat diakses 24 jam. Kehadiran BCA didukung oleh sejumlah entitas anak yang berfokus pada pembiayaan kendaraan, perbankan Syariah, sekuritas, asuransi umum dan jiwa, perbankan digital, pengiriman uang, dan pemodal ventura. BCA berkomitmen untuk membangun relasi jangka panjang dengan nasabah, mengutamakan kepentingan Bersama, dan menciptakan dampak positif pada masyarakat luas. Dengan lebih dari 25.000 karyawan, visi BCA adalah untuk menjadi bank pilihan utama andalan masyarakat yang berperan sebagai pilar penting perekonomian Indonesia. (*)

Pos terkait