Ikatan Keluarga Asal Sumba Timur Kupang Resmi Terbentuk

  • Whatsapp
Bagikan

KUPANG, JUBIR.id – Ikatan Keluarga Asal Sumba Timur (IKASTIM) Kupang resmi terbentuk.

Sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IKASTIM, tujuan dibentuk organisasi ini antara lain untuk menghimpun orang Sumba Timur yang berada di Kota Kupang dan sekitarnya dengan berbagai potensi yang dimilikinya sehingga dapat bermanfaat bagi sesama orang sumba timur, baik yang sudah memiliki atau belum memiliki pekerjaan maupun yang sementara mengikuti Pendidikan.

Bacaan Lainnya

Adapun Visi dan Misi IKASTIM. Visi adalah Bangkit Bersama Menuju Sejahtera. Sedangkan Misi antara lain, memupuk solidaritas anggota IKASTIM untuk saling menolong satu sama lain diantara anggota IKASTIM dalam duka maupun suka.

Rapat yang berlangsung di kediaman Umbu Lily Pekuwali, di Jalan Monitor, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur Minggu (22/1/2023) sore, yang dihadiri para inisiator membahas dan menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IKASTIM Kupang.

Baca Juga:  Tingkat Penghunian Kamar Hotel Bintang di NTT Naik pada Maret

Dalam rapat tersebut, para inisiator secara aklamasi menunjuk Yohanes L. Hawula sebagai Ketua IKASTIM Kupang, Sekretaris Marthen Makaborang, dan Bendahara Onike T. Lay Logo.

Yohanes Hawula, menyampaikan terima atas kepercayaan untuk memimpin IKASTIM. “Terima kasih atas kepercayaan untuk memimpin organisasi ini dengan masa jabatan satu tahun. Untuk itu, tugas selanjutnya, kami melengkapi kepengurusan, merancang lambang, bendera, kop dan logo, melakukan inventarisasi anggota, melakukan usaha dana, mempersiapkan rapat umum anggota (RUA), sosialisasi AD/ART, serta menyusun program kerja KASTIM”, kata mantan Penjabat Bupati Sumba Timur ini menambahkan.

Berikut ini para inisiator pembentukan IKASTIM Kupang, yakni Yohanes L. Hawula, Marthen Makaborang, Onike T. Lay Logo, Dominggus Osa, Umbu Lily Pekuwali, Melkianus Nuhamara, Marthen Yunus, Jakobus Kira, Nikolas Ke Lomi, Daniel Para, Frans Tunggu Etu, Markus Ndapa Ammah, Frans Jaka Tamu, Labu Nggiku Mbuhang, Adolfina Ndjurumbaha, Ignasius Hapu Karanjawa, Ferdelina Maria Tecy Pay, Agustina Rambu Hana, Paulus Ratoebandjoe, dan Felli Umbu Pandjijawa. (L. Ng. Mbuhang)

Pos terkait