Australia Serahkan Alat Deteksi Virus ASF ke Pemprov NTT

  • Whatsapp
Bagikan

KUPANG, JUBIR. ID – Untuk mendukung Pemerintah NTT dalam upaya pemulihan sektor peternakan babi, Pemerintah Australia menyerahkan alat deteksi virus penyakit Demam Babi Afrika (ASF) kepada Pemerintah Provinsi NTT.

Alat deteksi virus penyakit Demam Babi Afrika tersebut diserahkan secara simbolis Direktur Program AIHSP John Leigh, diterima Wakil Gubernur NTT Josef A. Nae Soi, yang disaksikan pimpinan OPD lingkup pemprov NTT dan undangan lainnya.

Bacaan Lainnya

Dengan nilai Rp1,4 miliar, alat diagnostik Loop Mediated Isothermal Amplification (LAMP), dan reagen terkait yang dikirimkan sebagai bagian dari paket, dapat mendeteksi virus ASF pada babi. Alat ini diharapkan dapat mendukung Pemerintah NTT dalam upaya pemulihan sektor babi di Provinsi NTT mengingat diagnosis dapat dilakukan lebih cepat, sehingga tindakan pengendalian dapat segera dilakukan.

Untuk diketahui Provinsi NTT memiliki populasi babi terbesar di Indonesia. Pada tahun 2020, penularan cepat virus ASF di NTT mengakibatkan kematian lebih dari 500.000 ekor babi dan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi peternak dan rumah tangganya. Wabah baru virus ASF kembali membuat NTT menjadi daerah yang paling terdampak di Indonesia, baik secara ekonomi maupun budaya.

Baca Juga:  DPR RI Dorong Pemerintah Pusat Percepat Penanganan Bencana Alam di NTT

Selain penyerahan LAMP, Pemerintah Australia melalui Program Australia Indonesia Partnership for Promoting Rural Incomes through Support for Markets in Agriculture (PRISMA) dan Program Kemitraan Australia Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan (AIHSP) juga akan melakukan kegiatan peningkatan kapasitas (Bimbingan Teknis), Lokakarya, dan Training of Trainers (ToT) dengan sasaran petugas lapangan veteriner dan teknisi laboratorium.

Selain membantu produsen ternak, dampak dari penggunaan LAMP juga diharapkan dapat memberikan dorongan ekonomi bagi pelaku pasar yang terlibat dalam perdagangan ternak dan produk turunannya.

“Penanganan ASF di NTT membutuhkan kerjasama multipihak. Pemerintah Australia menyadari bahwa ASF membawa kerugian besar bagi NTT baik secara ekonomi maupun budaya. Dengan menyerahkan alat deteksi virus ASF (LAMP) sekaligus membangun kapasitas petugas lapangan dan teknisi laboratorium kami mendukung Pemerintah NTT dalam memulihkan sektor peternakan babi secara cepat”, tandas John Leigh, Direktur Program AIHSP.

“Kami sangat bahagia petani skala kecil dan pengusaha yang terlibat di sektor babi akan mendapatkan akses terhadap fasilitas pengujian penyakit hewan yang tersedia di Pulau Sumba, Flores dan Timor.

Baca Juga:  Gerakan Tanam Kelor, Cara Sederhana Atasi Kemiskinan di NTT 

Hal ini akan membuat ternaknya petani aman dan pendapatannya terlindungi, selagi sektor babi ini pulih dari Virus Demam Babi Afrika” kata Nina Fitz Simons, CEO, PRISMA.

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, menyampaikan terima kasih kepada PRISMA yang telah memberikan alat deteksi virus penyakit Demam Babi Afrika.

Wagub Nae Soi juga berharap kepada PRISMA memberikan pelatihan bagi peternak NTT terkait deteksi virus penyakit Demam Babi Afrika (ASF). “Saya berharap PRISMA memberikan pelatihan kepada peternak babi, yakni bagaimana cara mendeteksi virus penyakit Demam Babi Afrika. Kalau PRISMA setujui kami akan kirim 10 orang peternak babi”, katanya. (L. Ng. Mbuhang)

Pos terkait